• Visi dari Dinas Perdagangan

TERWUJUDNYA MASYARAKAT INDUSTRI, NIAGA, KOPERASI DAN UMKM YANG BERDAYA SAING”.

       Yang berarti keadaan Industri Kecil dan Menengah yang telah cukup kuat dan maju, mampu bersaing, yang bertumpu pada Sumber Daya Manusia industri yang berkualitas dan mampu memanfaatkan teknologi yang berkembang maju, sedangkan masyarakat niaga yang tangguh berarti masyarakat yang dapat bersaing pada perekonomian yang makin berorientasi di pasar global serta Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang memiliki kemampuan untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan sehingga mampu menunjukan jati diri dan eksistensinya.

     Visi tersebut dapat memberikan kontribusi pada pencapaian Visi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur “Sumba Timur Sejahtera, Harmoni Dan Tertib (Sehati) Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

  • Misi dari Dinas Perdagangan

       Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi dari Dinas Perdagangan Kabupaten Sumba Timur dapat dirumuskan sebagai berikut :

    1. Meningkatnya masyarakat niaga dan iklim usaha yang sehat, tangguh dan berdaya saing, meningkatnya sarana dan prasarana perdagangan yang layak serta mengendalikan mutu dan standarisasi pelayanan kemetrologian.
    2. Meningkatnya Industri Kecil dan Menengah yang telah cukup kuat dan maju, mampu bersaing, yang bertumpu pada Sumber Daya Manusia industri yang berkualitas dan mampu memanfaatkan teknologi yang berkembang maju.
    3. Meningkatnya Koperasi dan UMKM yang memiliki kemmapuan untuk terus bertumbuh dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan sehingga mampu menunjukkan jati diri dan eksistensinya.

     Penetapan visi dan misi di atas dimasudkan untuk meraih peluang–peluang yang ada menjadi sasaran Dinas Perdagangan Kabupaten Sumba Timur sebagai berikut:

    1. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan kinerja.
    2. Meningkatnya pasar desa / kecamatan yang layak serta Pembinaan dan Pengendalian pengelola sarana distribusi perdagangan.
    3. Tersedianya data harga dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting.
    4. Meningkatnya pelaku usaha yang berijin,
    5. Meningkatnya Alat-alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (AUTTP) yang sesuai standard dan Peningkatan pengetahuan pelaku usaha tentang pentingnya AUTTP dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) yang sesuai standar.
    6. Meningkatnya Ekonomi rumah tangga.
    7. Meningkatnya pengetahuan pelaku usaha DAM dan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
    8. Tersedianya data IKM yang valid.
    9. Penerbitan izin pembukaan kantor cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi simpan pinjam.
    10. Meningkatnya prakoperasi yang menjadi koperasi berbadan hukum.
    11. Meningkatnya koperasi yang sehat.
    12. Meningkatnya pengetahuan pengurus dan pengawas koperasi.
    13. Pemberdayaan, pendataan potensi dan pengembangan UMKM.
Kategori Post